Sabtu, 27 Desember 2008

Sabtu, 3 April 2004 Teknokrat Bentuk Mapala



Dari kanan : Arif " Panji " Wijaya Putra S.T., Darmawan " Raga " s.Kom, Isbandi " cakra " Yanuarta A.md.Kom, Muhammad " Segara " Idris A.md.Kom, " Aborigin " Wisudawan Utama S.Kom, Harmoko " chandra " A.md.Kom, Ari " Satya " Kusmiran S.Kom, Devi " Rakai " Supriyadi S.T., Surya, Arif " Leon " Fabianto S.T, Habiburrahman " Bima " Al Rasyid S.Kom, Radya.

BANDAR LAMPUNG--Untuk mengakomodasi minat mahasiswa terhadap upaya pelestarian dan penjelajahan alam, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA), Sekolah Tinggi Manajemen Informafika dan Komputer (STMIK), dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Teknokrat membentuk Mapala Sharpa Kenaka
Organisasi yang diketuai Habibburahman ini,...


terbentuk Kamis (1-4), dengan jumlah anggota 70 orang dan diresmikan Direktur AMIK Teknokrat Hj. Dra. Betti Nuraini. Untuk mengawali kegiatan, 11 anggotanya melakukan pendidikan dasar perintis Sharpa Kenaka selama dua hari (2--3 April) di Batu Lapis, Gunung Betung, Bandar Lampung. Pendidikan dasar tersebut, diisi dengan pelatihan navigasi, rock climbing (panjat tebing), survival, SAR (search and rescue), dan NIO di bawah bimbingan Devi Ige.
Direktur AMIK Teknokrat Hj. Dra. Betti Nuraini, Jumat (2-4), menyambut positif terbentuknya Mapala Sharpa Kenaka PT Teknokrat. Agar mahasiswa lebih mencintai dan melestarikan lingkungannya. Juga pada saat tertentu, misalnya terjadi bencana alam atau kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, keberadaannya diharapkan mampu membantu masyarakat yang membutuhkan.( kata tukang ketik yayasan teknokrat saat itu sebelum di guncang demo mahasiswa )yang di motori oleh...." jiwa -jiwa Yang sadar dan Tersadar "

Selanjutnya...

Aku

Aku dilaharikan kedunia oleh ibuku pada malan jum’at kliwon tanggal belasan bulan rowah tahun 70 han

disebuah kota yang dijuluki lereng gunung menggila yakni kota yang sekarang lebih mirip dengan kota kambing


yang dimana sudah banyak gadis yang ngaku sudah tidak perawan lagi lantaran jatuh dari pohon kersen tetangga, atau keserempet kendaraan roda empat buatan jepang.

aku dilahirkan keduania oleh ibuku sebagai seseorang yang punya tampang mirip dengan idiemin bekas president Ucraina yang eksrentik Nauzhubillah
rambutku ikal seperti mi instan dan hidung ku besar seperti hidungnya wayang gareng. sudah nasib ku.

Bapak dan ibuku yang tulen suku sunda100% warga indonesia 100% warga pendukung dan pemuda Pancasila september serta bebas gerakan G-30 SPKI memberikan namaku yakni Wahyu Ampi Pujang Binti Amu Jang Sang Ampean Ahmad Taikuda Sumprajatmi

ketika usiaku menjelang tujuh tahun aku masuk sekolah dasar alternatif yang Ibu gurunya centil-centil serta suka berpakean lahak tembus pandang hingga didadanya nampak belahan seperti bentuk ketepel.
dengan uang pangkal cenggo dan iuran wajib cepe jigao perbulan aku sekolah. disana dan belajar segala macam dari perangkat menggambar menulis dan membanca sampai berhitung raraban

dari sekolah itulah aku bisa menulis dan membaca, hingga sekarang ini aku bisa berkomunikasi lewat surat dengan pacar. asyik-memang asyik.

pacar ku adalah seorang perempuan batak bermarga thobing Mahasiswi fakultas Publik Sistik Universitas pajajaran, yg sebenarnya sudah tunangan dengan seorang cina totok bandar buntut bernama bu beng chut

jampe pelet yang kudapat dari seorang dukun tua dikampung ledeh kehed memang paten, hingga perempuan batak yang sudah bertunangan itu berbalik cintanya padaku

sejak tunangananya berbalik cintanya padaku
si bubenchut jadi selang seling pikiranya
sering mabuk dan ngomong sendiri seperti orang gila

tapi aku tak pernah mau ambil peduli
tapi aku tak pernah mau ambil pusing
biar saja urusan orang berantakan mau begini mau begitu masa bodoh yang penting aku bisa senang sendiri (sifat egoisme)

aku dilahirkan kedunia oleh ibuku sebagai sesorang yang memiliki sipat egois, tapi setelah kupikir-pikir bolak balik ternyata sipat egois itu perlu dan sangat menguntungkan. apalagi utuk hidup dijaman edan seperti sekarang ini. sebab dijaman edan seperti sekarang ini, jika tidak mementingkan diri sendiri percayaah susah untuk bisa senang. maka ari itulah aku berpesan kepada kaum yang muda-muda juga yang tua-tua, “mari kita pelihara siat egois itu baik-baik, percayalah iblis akan selalau beserta kita.
yang memelihara sifat egis oitu memang teman iblis……….

Selanjutnya...

Aku Tidak Sinting

kau yang menjenguk aku ketika aku duduk lesu di lantai tlotoar jalan sudirman menghadap dan menatap tong yang penuh berisi surat2 gadai ku
dan disitulah tanggung jawabku tumpah kepada arloji seiko, sepatu loto kaos oblong dros celana kalung platina dan radio ban merek Bantelesonik. aku tidak sinting...


kau yang melihatku ketika aku lari dengan kaki kesemutan mengejar perempuan malam sudirman tinggalkan engkua yang nampak bengong disekat angin malan yang membacok tulang

Dan disitulah ku kejar surga semu dari Sumia, Denok, Laila, Majenun, siti saliha, Iinasarina dan warsiah binti eceng gondok wati. aku tidak sinting,

kau yang menyaksikan aku mabuk dan ngecaoruk hingga hampiur disergap petugas pertahanan sipil lantaran saban waktu lupadiri berteriak pidati seperti Kenedi Presiden Dragen yang campanye.

Dan disitulah dendam ku tumbuh subur pada Jonie Worker, esKozi, N-BeNapoleon, Mansien, Martini, Colombus, dan arak tradisional kencing Kuda. Aku tidak sinting.

Kau yang nangis terisak ketika aku dikandangi diseksi tiga, lantaran kelakuanku yang dituduh mengganggu KAMTIBMAS, serta ketika mabuk aku pernah menampar seorang wanita Tua, yang demi Tuhan aku tidak menyangka kalau Ia istri perwira POLISI, aku tidak sinting tetapi celaka apalagi sinting pasti lebih celaka.

Aku tidak sinting tetapi celaka, apalagi sinting pasti lebih celaka…

Selanjutnya...

Jumat, 26 Desember 2008

Subnet....

IP Address adalah alamat yang iberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan...


sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1.
Oleh karena protocol IP adalah protocol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi didalam jaringan komputer satu dengan lain, maka kita harus benar-benar memahami IP address ini. Namun pengertian IP address dan subnetting sering agak membingungkan pemakai. Oleh sebab itu dalam disini akan diuraikan tahap demi tahap konsep IP address tersebut dengan harapan agar anda dapat mengerti cara penggunaan nya dengan baik.
Mengubah Angka Biner ke Desimal.
Sebelum menggunakan IP address, pertama-tama yang perlu anda harus ketahui adalah cara mengubah angka biner ke desimal dan sebaliknya. Cara yang termudah adalah dengan memperhatikan langkah-langkah dibawah ini.
Setiap angka biner 1 tergantung pada posisinya didalam kelompok binernya, memiliki nilai desimal tertentu seperti tampak pada table berikut
Binner 1 1 1 1 1 1 1 1
Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1
Angka binner 0 memiliki nilai 0 dengan menghitung angka desimal yang bersangkutan maka akan dapat diketahui nilai desimal dari kelompok binner yang bersangkutan.
Contoh : 11001011
Binner 1 1 0 0 1 0 1 1 Jml Desimal
Desimal 128 64 0 0 8 0 2 1 = 203
Contoh : 00111101
Binner 0 0 1 1 1 1 0 1 Jml Desimal
Desimal 0 0 32 16 8 4 0 1 = 61
Mengubah angka Desimal ke Biner
Contoh : 203
203 : 2 = 101 sisa 1
101 : 2 = 50 sisa 1
50 : 2 = 25 sisa 0
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
sisa 1
ditulis kedalam biner sisa pembagian dari bawah ke atas menjadi 11001011
Contoh : 61
61 : 2 = 30 sisa 1
30 : 2 = 15 sisa 0
15 : 2 = 7 sisa 1
7 : 2 = 3 sisa 1
3 : 2 = 1 sisa 1
sisa 1
ditulis kedalam biner sisa pembagian dari bawah ke atas menjadi 111101
Kelas IP Address
Seperti yang telah dijelaskan atas, IP address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat ditulis dalam empat kelompok terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah seperti berikut ini :
11000000.00010000.00001010.00000001
atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255) seperti contoh berikut :
192.16.10.1
atau secara simbolik dapat ditulis sebagai 4 kelompok angka sebagai berikut :
w.x.y.z
IP Address terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat dari jaringan dan host ID menentukan dari peralatan jaringan. Oleh karena itu IP address memberikan alamat lengkap dari suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada. Ini sama ibaratnya dengan pemberian alamat rumah dimana tempat tinggal kita berada.
Dalam contoh ini, alamat jaringan (network ID) yang sering juga disebut network address adalah 192.16.10.0 yang merupakan nama jalan. Sedangkan alamat lengkap atau IP address dari masing-masing server dan workstation adalah 192.16.10.1, 192.16.10.2, 192.168.10.3, dan 192.168.10.4.
Berapa kelompok angka yang termasuk network ID dan berapa yang termasuk host ID, bergantung kepada kelas dari IP address yang dipakai. Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan si pemakai. Oleh sebab itu IP address dibagi dalam tiga kelas seperti tampak pada table berikut.
Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask
A W. X.Y.Z 255.0.0.0
B W.X Y.Z 255.255.0.0
C W.X.Y Z 255.255.255.0
Untuk menandai kelas satu dengan kelas yang lain, maka dibuat beberapa peraturan sebagai berikut :
• Oktet pertama dari kelas A harus dimulai dengan angka biner 0.
• Oktet pertama dari kelas B harus dimulai dengan angka biner 10.
• Oktet pertama dari kelas C harus dimulai dengan angka biner 110.
Oleh sebab itu, IP address dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka desimal tertentu pada oktet pertama, seperti terlihat pada Tabel berikut ini :
KELAS RANGE Maksimum Network Max Host / Network
A 1-126 127 16777214
B 128-191 16384 65534
C 192-223 2097152 254
Disamping itu ada beberapa peraturan yang harus diketahui yaitu :
• Angka 127 dioktet pertama digunakan untuk loopback
• Network ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1
• Host ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1
Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana yang dipakai oleh IP address, dipergunakan default subnet mask. setiap IP address harus memiliki default subnet mask. Angka desimal 255 atau biner 11111111 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk network ID. Sedangkan angka desimal 0 atau biner 00000000 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk host ID.
Contoh :
1. IP address 25.20.5.31
Default subnet mask 255.0.0.0
Berada dikelas A
2. IP address 172.20.5.31
Default subnet mask 255.255.0.0
Berada dikelas B
3. IP address 195.20.5.31
Default subnet mask 255.255.255.0
Berada dikeasl C
Jadi untuk menentukan kelas suatu IP bisa langsung dilihat dari oktet pertama IP tersebut (contoh : 195.20.5.31)
Jika diperhatikan, kelas A memberikan paling sedikit jumlah network ID dan sangat banyak host ID nya. Hal ini karena hanya oktet pertama yang dipakai sebagai network ID, sedangkan ketiga oktet lainnya dipakai untuk host ID, kelas B memberikan jumlah yang sama untuk network ID dan host ID, sedangkan kelas C memberikan jumlah jumlah yang paling banyak untuk network ID dan hanya sedikit untuk host ID.
Idalam dunia Internet, IP address ini dipergunakan untuk memberikan alamat pada suatu situs. Misalnya east-timor.org mempunyai address 202.160.244.10. Agar pemakaian IP address ini seragam diseluruh dunia, maka pemberian IP address untuk digunakan diatur oleh sebuah badan internasional yang bernama internic. Dalam pemberian IP address ini, internic hanya memberikan IP address dengan network ID saja, sedangkan host ID nya diatur oleh pemilik IP addres tersebu. System yang mengatur translasi antara suatu nama situs dengan suatu IP address alainya disebut DNS (Domain Name System). Jadi seperti contoh diatas nama situs east-timor.org ditranslasikan oleh DNS sebagai 202.160.244.10.
Catatan : untuk pemakaian IP address yang tidak terhubung dengan Internet tidak memerlukan izin dari internic.
Broadcast
Seperti telah dibahas diatas, bit-bit dari network ID maupun host ID tidak boleh semuanya berupa angka biner 0 atau 1. Apabila semua network ID dan host ID semuanya berupa angka biner 1, yang dapat ditulis sebagai 255.255.255.255 maka alamat ini disebut flooded broadcast.
Jika host ID semua berupa angka biner 0, IP address ini menyatakan alamat network dari jaringan yang bersangkutan. Jika host ID semuanya berupa angka 1, maka IP address ini ditujukan untuk semua host didalam jaringan yang bersangkutan yang dipergunakan untuk mengirim pesan (broadcast) kepada semua host yang berada didalam jaringan local.
SUBNETING
Jika seorang pemilik sebuah IP address kelas B misalnya dengan network ID 130.200.0.0 memerlukan lebih dari 1 network ID, maka ia harus mengajukan permohonan ke Internic untuk mendapatkan IP address baru. Namun persediaan IP address pada saat ini sangat terbatas karena menjamurnya jumlah situs-situs di internet. Untuk mengatasi kesulitan ini dan menghindarkan banyak nya pengajuan baru ke Internic, munculah suatu teknik untuk memperbanyak network ID dari satu network ID yang sudah ada. Hal ini dinamakan subnetting, dimana sebagian Host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat network tambahan.
Sebagai contoh : IP address 130.200.0.0 (100000010.11001000.00000000.00000000) dengan default subnet mask 255.255.0.0 untuk mempelajari subnetting sekarang misalnya kita ingin memiliki 2 network ID dari IP address yang telah kita miliki. Untuk itu kita Mask 2 bit dari host ID tersebut, maka sekarang kita memiliki empat kombinasi 00, 01, 10, dan 11 tetapi karena 00 dan 11 semuanya 0 atau semua 1 yang menurut peraturan IP address tidak diizinkan, maka tinggal 2 kombinasi 01 dan 10 saja yang bisa dipakai untuk subnet.
Sekarang perhatikan apa yang terjadi dengan default subnet mask 255.255.0.0 atau 11111111.11111111.00000000.00000000 dimana 2 bit teratas host ID diselubung (mask) untuk menjadi bagian dari network ID. Subnet mask yang baru sekarang menjadi 255.255.192.0
Dengan demikian kita telah membuat dua network ID baru
10000010.11001000.01XXXXXX.XXXXXXXX dan
10000010.11001000.10XXXXXX.XXXXXXXX
dengan subnet mask baru :
11111111.11111111.11000000.00000000 atau 255.255.192.0
dimana X adalah angka 0 atau 1 untuk membuat host ID yang memenuhi peraturan-peraturan IP address. Oleh sebab itu kelompok IP address dibawah ini tersedia untuk dua bit yang diselubung (mask).
Kelompok pertama adalah :
10000010.11001000.01000000.00000001 atau 130.200.64.1
sampai
10000010.11001000.10000000.00000001 atau 130.200.127.254
kelompok kedua adalah :
10000010.11001000.10000000.00000001 atau 130.200.128.1
sampai
10000010.11001000.10111111.11111110 atau 130.200.191.254
selain dengan menggunakan cara diatas untuk menentukan kelompok subnet, ada cara yang lebih singkat yang dapat kita lakukan sebagai berikut :
Misalnya kita menggunakan kelas B network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.221.0 dimana oktet ketiga diselubung dengan 224. Hitung dengan rumus 256-224 = 32. Maka kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 32, 64, 128, 160, dan 192.
Dengan demikian kelompok IP adess yang dapat dipakai adalah :
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254
Disamping penulisan IP address yang umum, dikenal pula penulisan IP address dengan notasi yang lebih singkat seperti dibawah ini :
IP address 130.200.10.1 dengan subnet mask 255.255.0.0 dapat ditulis secara singkat sebagai 130.200.10.1/16 Angka 16 dibelakang garis miring menandakan bahwa 16 bit dari subnet mask diselubung dengan angka biner 1, yaitu
11111111.11111111.00000000.00000000
Notasi penulisan singkat ini juga berlaku untuk IP address yang menggunakan metode subneting seperti contoh dibawah ini :
IP address 172.16.10.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 dapat ditulis secara singkat sebagai 172.16.10.1/24. Angka 24 dibelakang garis miring menandakan bahwa 24 bit dari subnet mask diselubung dengan angka biner 1, yaitu
1111111.11111111.11111111.00000000 atau 255.255.255.0
Dari penjelasan dan contoh diatas, kita telah mempelajari bahwa dengan subnetting, Kita dapat menyelubung dua atau lebih bit-bit host ID selama masih tersedia bit yang dapat diselubung. Semakin banyak bit yang diselubung, semakin banyak pula network ID yang dapat kita buat. Namun demikian jumlah host ID nya akan berkurang seperti pada table berikut ini.

# bit masked #subnet SUBNET MASK #host / subnet
1 Invalid Invalid -
2 2 255.192.0.0 4194302
3 6 255.224.0.0 2097150
4 14 255.240.0.0 1048574
5 30 255.248.0.0 524286
6 62 255.252.0.0 262142
7 126 255.254.0.0 131070
8 254 255.255.0.0 65534
9 510 255.255.128.0 32766
10 1022 255.255.192.0 16382
11 2046 255.255.224.0 8910
12 4094 255.255.240.0 4094
13 8910 255.255.248.0 2046
14 16382 255.255.252.0 1022
15 32766 255.255.254.0 510
16 65534 255.255.255.0 254
17 131070 255.255.255.128 126
18 262142 255.255.255.192 62
19 524286 255.255.255.224 30
20 1048574 255.255.255.240 14
21 2097150 255.255.255.248 6
22 4194302 255.255.255.252 2
23 - 255.255.255.254 Invalid
24 - 255.255.255.255 Invalid

Selanjutnya...

Kamis, 25 Desember 2008

Kisah tidak Terjelaskan...


dari kanan : Mang cek Bendi, hendra " ajo ", Maulana Yusuf alias Tephu ( ni yang menikah broooo..., selanjutnya harmoko iblis dari gunung pesagi liwa sono ...
tuyul 1 : Lha katanya tujuh ko cuma empat mana yang laen...???
tuyul 2 : ceritanya begini; waktu pemotretan akan berlangsung ketiga iblis yang laen sibhuk..masing masing ajah bis gemana tukang fotonya salah satu dari mereka, penata cahaya juga salah satu dari meraka dan tukang lampu juga salah satu dari mereka makanya liat ajah fotonya...nyengir ga jelas semua...


n setori go on....Dan akhirnya salah satu iblis dari 7 anggota iblis kelam malam sendirian malam malam menyunting gadis muda belia sangat belianya hingga aroma kesuciannya tercium sampai jauh..
tuyul 1 : bentar - bentar yang nikah yang mana neh ....
tuyul 2 : ih ni tuyul sibuk banget seh...yang make kaca mata no...kaca mata...keliatan ga...

Selanjutnya...

BUDAYA KOPI PASTE

Tutorial ini mUngkin berguna bagi para pemilik warnet yang ingin memasang Web Proxy menggunakan Squid, tapi masih takut jika sewaktu-waktu mengalami troble & belum bisa/sempat mengatasi dengan segera. Padahal perusahaan kudu musti jalan terus kan.. biar keuangan tetep come in :)


Squid merupakan aplikasi proxy cache yang pada awalnya ditujukan untuk sistem operasi berbasis Unix. Squid ini memiliki fitur dan performa yang sangat bagus, sehingga squid ini di-porting ke sistem operasi Windows.
Selain itu Squid juga mempunyai fitur untuk membatasi bandwidth dengan kondisi tertentu sesuai yang kita butuhkan.
Misalkan untuk membatasi bandwidth jika user mendownload file-file tertentu semisal file *.exe, *.mp3, *.zip, dll. bisa juga berdasarkan waktu tertentu.
Untuk mengetahui fitur lengkapnya bisa langsung http://squid-cache.org/
tapi musti digaris bawahi bahwa yang akan di bahas ma fren bukan squid tapi...bridge
Bridge, yang dalam kamus bahasa enggres berarti 'jembatan'.
Bridge dalam istilah jaringan/network adalah menghubungkan 2 atau lebih kartu interface network (NIC) layaknya sebuah switch.
Jadi kalo PC kita dijadikan Brdige, maka PC tsb akan bertingkah laku seperti switch.
Banyak hal yang bisa dilakukan dengan PC yang dijadikan bridge pada suatu jaringan/network, contohnya kita bisa bikin transparent firewall, transparent proxy, dll

Kita memilih mode bridge karena dengan mode bridge kita hanya membutuhkan 1 network yang sama, misalkan 192.168.1.x.
Misalkan IP modem/internet kita 192.168.1.254, dan komputer yang digunakan untuk warnet dengan IP 192.168.1.1 - 192.168.1.252.
Dan kita memberi 1 IP untuk PC bridge ini, misal 192.168.1.253.

[Internet: 192.168.1.254] ---- [eth0:192.168.1.253 :eth1] ---- [HUB:]==[warnet: 192.168.1.1-192.168.1.252]

Dengan begitu gateway tiap komputer bisa langsung kita set ke IP modem 192.168.1.254
Keuntungannya jika sewaktu-waktu server squid (PC bridge) ini mengalami trouble/down maka kita bisa langsung menghubungkan antara HUB dengan modem/internet.
So, warnet bisa tetep jalan.. :)

OK, kita mulai.
Disini kita gunakan Lunux Ubuntu Server Gutsy 7.10
Setelah Ubuntu terinstal dg sukses, selanjutnya package yang diperluin adalah ebtables, iptables dan bridge-utils.
Kalo gak mau susah2, tinggal pake apt-get :

# apt-get install iptables ebtables bridge-utils

setelah 3 package itu masup, selanjutnya kita setup 2 NIC tsb agar bertindak sebagai bridge setiap kali Ubuntu kita jalankan.
caranya edit file: /etc/rc.local
bisa dengan perintah spt ini:

# nano /etc/rc.local

tambahkan baris berikut diatas baris 'exit 0'

interface buat si bridge :
brctl addbr br0

buat si eth0 dan eth1 tidak memiliki IP address & bisa 'mendengar' semua frame yang akan masuk:
ifconfig eth0 0.0.0.0 promisc up
ifconfig eth1 0.0.0.0 promisc up

kita tambahin si eth0 & eht1 ke interface br0 :
brctl addif br0 eth0
brctl addif br0 eth1

kita bikin hidup si br0 :
ip link set br0 up

jika kita ingin akses PC bridge ini secara remote? Untuk itu kita tambahin IP buat si br0 :
ip addr add 192.168.1.253/24 brd + dev br0

Juga tambahin gateway buat si br0 biar bisa berkelana lewat "gerbang keluar" :
route add default gw 192.168.1.254 dev br0

baris paling bawah:

exit 0

Simpan file tersebut.
Kemudian kita bikin interface eth0 & eth1 benar2 ga punya IP.
edit file: /etc/network/interfaces

# nano /etc/network/interfaces

sehingga isinya seperti ini:

auto lo
iface lo inet loopback

kemudian restart komp.

# reboot

----------------
Setelah komp di restart, coba ping ubuntu ini (192.168.1.253) dr komp lain.
jika ada respon berarti ubuntu telah berhasil kita setup sbg bridge.

Langkah selanjutnya kita install squid. pake apt-get ajah biar gampang

# apt-get install squid

untuk konfigurasi squid bisa langsung lihat ke http://squid-cache.org/

agar lebih mudah bagi kita mengatur konfigurasi ubuntu, termasuk squid, dll. bisa kita tambah webmin.
bisa diliat selengkapnya di: http://www.webmin.com
Termasuk seting agar squid bisa menjadi transparent proxy, cukup pake webmin semua jadi gampang..tinggal klik..klik.. :)




Selanjutnya...